Aku tersenyum. 'Hai', sapaku dalam hati. 'Bagaimana harimu?'
Sosok itu tak menjawab. Dan aku lagi-lagi tersenyum.
Suara letusan jagung kering di dalam panci sudah berhenti. Popcorn ku tampaknya sudah matang. Aku bangkit menuju dapur dan menyiapkan semangkuk besar popcorn dan membawanya ke ruang tivi. Kedua cangkir teh kupindahkan ke meja di depan televisi. Bersisian.
Aku mengambil tempat di sofa di depan meja. Mengatur posisi yang nyaman, dan membungkus diriku dengan sebuah jumpsuit merah yang lusuh, yang entah sudah berapa lama kubiarkan tergeletak disana. Menyimpan aroma-aroma favoritku.
Televisi menayangkan acara kesukaan kami berdua. Aku dan dia.
Aku tertawa mengkuti laga para pemainnya dalam balutan kostum berwarna-warni, memainkan parodi yang mengocok perut sambil sesekali menyeruput teh hangat dalam cangkirku, atau meraup segenggam popcorn dari dalam mangkuk.
'Kriiiiinnngg...', telepon berdering.
Aku menengadah memandang jam dinding yang tergantung di atas televisi. Jam menunjukkan pukul 23.00. Itu dia!, seruku dalam hati. Sontak aku berlari menghampiri telepon.
Berbagai kalimat yang telah kususun seminggu ini berlarian cepat di kepalaku. "Halo?" sapaku pada seseorang di seberang sana.
"Hai, sayang. Apa kabar?" balasnya hangat.
Dan seluruh kalimat itu luruh menjadi sebuah senyum hangat dan kalimat sederhana, "Aku rindu padamu". Dan ini sudah lebih dari cukup.
***
SV.
Aku tertawa mengkuti laga para pemainnya dalam balutan kostum berwarna-warni, memainkan parodi yang mengocok perut sambil sesekali menyeruput teh hangat dalam cangkirku, atau meraup segenggam popcorn dari dalam mangkuk.
'Kriiiiinnngg...', telepon berdering.
Aku menengadah memandang jam dinding yang tergantung di atas televisi. Jam menunjukkan pukul 23.00. Itu dia!, seruku dalam hati. Sontak aku berlari menghampiri telepon.
Berbagai kalimat yang telah kususun seminggu ini berlarian cepat di kepalaku. "Halo?" sapaku pada seseorang di seberang sana.
"Hai, sayang. Apa kabar?" balasnya hangat.
Dan seluruh kalimat itu luruh menjadi sebuah senyum hangat dan kalimat sederhana, "Aku rindu padamu". Dan ini sudah lebih dari cukup.
***
SV.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar